Jumat, 23 April 2010

MELIRIKLAH SEDIKIT UNTUK MELIHAT YANG BANYAK



MELIRIKLAH SEDIKIT UNTUK MELIHAT YANG BANYAK

Kurang lebih 38 adalah angka yang lumayan banyak untuk jumlah museum yang dapat dikunjungi yang terdapat di beberapa bagian Jakarta, mulai dari Selatan, Pusat, Timur sampai ke Barat, tapi berapa banyak kah pengunjungnya ? Untuk beberapa musem yang lumayan terkenal oleh masyarakat kita, sebut saja museum fatahillah yang cukup sering dikunjungi dimana museum ini dibangun pada tahun 1707 yang juga merupakan bekas peninggalan sejarah Belanda , walaupun pengunjungnya lumayan ramai tetapi peminatnya hanyalah segelintir masyarakat saja, lalu bagaimana dengan museum yang lainnya….???
“ Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai Sejarah “ . Perhatikanlah sejenak pada kebiasaan umum masyarakat Belanda yang sangat senang mengunjungi tempat – tempat seni dan penuh sejarah, sekalipun mereka harus membayar mahal untuk bisa menikmatinya. Namun sangat disayangkan kebiasaan ini tidak di miliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Mungkin anda mengetahui bahwa ada beberapa peninggalan bangsa Indonesia yang terdapat di museum Belanda saat ini, dan tragisnya justru dokumen dokumen bersejarah kita malahan berada di Negara lain, bukan Negara kita sendiri.
“ Demang Lehman “ seorang panglima perang Banjar. Pada masa perjuangan melawan Belanda, Demang Lehman dikenal sebagai pejuang yang tidak kenal kompromi, hingga akhirnya dia ditangkap di daerah Gunung Pangkal Batulicin, Tanah Bumbu, kemudian diangkut ke Martapura. Pemerintah Belanda menetapkan hukuman gantung sampai mati di Martapura, sebagai pelaksanaan keputusan Pengadilan Militer Belanda pada tanggal 27 Februari 1862.
Setelah selesai digantung dan mati, kepala Demang Lehman dipotong oleh Belanda dan dibawa oleh Konservator Rijksmuseum van Volkenkunde Leiden. Kepala Demang Lehman dikabarkan disimpan di Museum Leiden di Negeri Belanda, sehingga mayatnya dimakamkan tanpa kepala.
( sumber : http://www.surya.co.id/2009/02/04/.html )

Karya seni bangsa kita yang tersimpan di negri Belanda adalah Lukisan karya Jansen Jasien yang berada di Museum "Indische Delf" Belanda, objek lukisan ini adalah Gubernur Jendral Belanda D Fock, lukisan yang menceritakan mengenai kunjungan Gubernur Jendral Belanda ke Tanjung Perak, Surabaya. Lukisan ini berukuran 40 x 50 cm yang dibuat pada tahun 2007 ini menunjukan sang Gubernur Jendral Belanda sedang menginspeksi pasukannya di Tanjung Perak. ( sumber http://www.antara.co.id/view/?i=1198748647&c=SBH&s= ).

Masih banyak lagi peninggalan bersejarah kita yang terdapat di beberapa museum di Belanda, dan masyarakat disana bisa dikatakan lebih menyukai hasil karya dari negri kita dari pada masyarakat kita sendiri. Jangan dulu melihat inovasi – invovasi hebat yang di miliki Belanda untuk kita contoh, baik dari tata kota, ilmu hukum, kimia, fisika, biologi, astronomi sampai ke tekhnologi canggih nya, mungkin itu akan membutuhkan proses yang panjang dan realisasi yang sedikit lebih lama untuk di terapkan di bangsa kita, mulai sekarang coba tengok museum di negri kita , bangunan yang sudah jadi itu buatlah seperti museum yang berada disana, Museum di Belanda memang nasibnya berbeda dengan museum di negri kita, padahal fungsi museum itu sendiri adalah sebagai pusat informasi budaya dan pariwisata yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan peradaban dan kebanggaan terhadap kebudayaan nasional, serta memperkokoh persatuan dan persahabatan antarbangsa. Inovasi Pemerintah Belanda adalah “ menyulap “ museum – museum nya dengan begitu berbeda sehingga di sukai oleh wisatawan asing dan masyarakat Belanda sendiri sehingga terlihat menarik untuk dilihat dan dinikmati, mulai dari interior bangunanannya, penataan koleksi sejarah yang terdapat di dalam dan bagaimana membuat pengunjung merasa nyaman ketika berada di dalamnya.
Mungkin Anda kenal dengan Museum “ kroller-muller “ Museum di Hoge - Helluwe park ini menyimpan koleksi pelukis terkenal Van Gogh, dan Lukisan Van der Leck, Seurat, Braque, Picasso dan pelukis Lainnya. Museum ini juga terdapat beberapa koleksi seni antik yang indah. Museum ini terletak jauh didalam sebuah National Park di Belanda.
Untuk mencapainya harus menggunakan sepeda yang secara gratis disediakan untuk pengunjung agar dapat menjelajahi taman yang memang sangat luas.




Sumber : www.kmm.nl
Sebenarnya Inovasi museum kroller muller ini bisa diterapkan di negri kita loh, yaitu Monas ( Museum Nasional ) di Jakarta, berhubung Monas pun memiliki taman di sekelilingnya yang cukup luas dan kita semua tahu bahwa Monas menyimpan dokumen terpenting Kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu “ Teks Proklamasi “ dan Rekaman “ pembacaan teks Proklamasi “ oleh Presiden Pertama kita yaitu Soekarno , maka tidak ada salahnya pemerintah kita sedikit melirik konsep yang di miliki museum Kroller Muller ini untuk di terapkan di Monas bukan ?







Sumber : google
Jadi, Jika bukan kita yang peduli dan mau memaksimalkan fungsi museum di negri kita dari sekarang serta menjaga dan melestarikannya, bagaimana generasi pendatang kita tahu bahwa bangsa kita memiliki keindahan sejarah, budaya dan seni yang tak ternilai harganya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar