Tempat aku belajar... Tempat aku bermain... Tempat aku mengenal lebih banyak tentang dunia pekerjaan.... Tempat aku mengerti akan arti solidaritas dan loyalitas...... Tempat aku memahami bahwa kuantitas itu tidak menjamin kualitas....
Rumah ke Dua aku.... Dunia ke Dua aku... Keluarga ke Dua aku... Partner ke Dua aku...
Disini selalu ada Canda Tawa... Disni juga ada Marah membara.... Disini kadang juga ada haru dan tangis...
Persahabatan tumbuh disini... Kekeluargaan juga tumbuh disini.... Karna kita percaya bahwa kesuksesan diraih dari sebuah Persaudaraan....
" Ga nyambung loe ?? " begitulah comment temen-temen ku ketika mereka tahu bahwa aku kursus bahasa belanda di Erasmus taalcentrum, Kuningan. Ya jelas aja kerjaan aku di bidang finance tapi belajarnya bahasa belanda, mungkin kalau pekerjaan atau kuliahnya dibidang hukum masih ada nyambungnya samabahasa belanda.
First day masuk kelas pertama kursus Bahasa Belanda tgl 25 May 2009, sang dosen berdiri di depan kelas lalu bertanya " Waarom je leraar nederlands ? " ( kenapa kamu belajar bahasa belanda ). Sebagian temanku menjawab karena mereka ingin sekolah disana, ada yang menjawab karena sang pacar berkewargaan negara belanda, ada juga yang memang ingin hidup di belanda karena keluarga tinggal disana, sebagian ada juga yang hanya ingin belajar bahasa belanda karena dia sudah menguasai bahasa asing lainnya, mungkin ingin menambah koleksi bahasa asingnya. Lalu aku...??? ketika sang dosen mengarahkan pertanyaan itu, aku hanya senyum garing berkata " mmmm..... cuma mau belajar aja, ingin bisa bahasa asing lain selain bahsa inggris ( padahal bahasa inggris ku juga blepotan ) hihihihiih....
Terlepas dari alasan pribadi kenapa aku belajar bahasa belanda, seiring berjalan nya waktu ternyata aku sangat menyukainya, aku mulai menikmati setiap sessinya, di tambah dosen pengajar yang sangat komunikatif membuat kita lebih cepat mempelajarinya, dan sekalipun sibuk aku mengusahakan jangan sampai bolos / ga masuk kelas. Aku pun rajin ikut kegiatan - kegiatan di luar jam kursus, biasanya setiap hari sabtu aku suka pergi ke perpustakaan, ke mediatek - sejenis lab. bahasa di mana kita bisa mengerjakan soal - soal latihan, melihat potongan-potongan film sambil belajar, bernyanyi, melihat tayangan tv local, bahkan kita bisa mendengarkan siaran radio disana dan yang paling menyenangkan adalah aku bisa menonton film belanda atau konser musik yang di buka juga untuk umum oleh Erasmuis Huis, dan itu Gratis Zonder betallen alias Free. Hal lain yang menyenangkan adalah ketika ada acara-acara besar yang di adakan di kedutaan belanda. Wat Leuk !!
Belajar bahasa belanda membuat aku lama-lama mengerti akan kebiasaan orang belanda, tradisi mereka bahkan up date tentang kemajuan bangsa mereka dari aspek apapun, apalagi ketika dosen aku menjelaskan tentang tempat - tempat wisata yang sangat indah, lalu gambar-gambar kota-kota disana, kincir angin, bendungan, toko-toko, alat-alat transportasi...mmmm...Wish I could there, soon !! ( ngayal.com ) :p
Sekarang aku masih di kelas 2 , ibarat sekolah masih belajar alfabeth dan berhitung, menulis dan membaca, jadi masih belum banyak tahu, semoga aja bisa melanjutkan ke kelas yang lebih tinggi lagi, sekalipun bahasa yang aku pelajari ini ga nyambung sama pekerjaan aku, tapi aku yakin suatu saat pasti ada gunanya, karena menurut aku " ilmu itu ga ada yang sia-sia "
Blog kaya apaan sich?? sejenis friendster,facebook ato twitter kah..??? dan pertanyaan paling males untuk di jawab adalah " gratis gitu registrasinya ? " Temen kantorku langsung nyengir kuda ketika ku tanya hal ini. Aku sering denger sih ttg blog dan kadang juga suka buka blog-blog orang lain utk cari tau informasi..tapi masih belum ngeh fungsinya dan gunanya sesungguhnya buat apa dan kenapa sih orang - orang punya blog. Bikin blog ini gara - gara saking pengennya ikut kompetisi blog yang hadiahnya pergi summer cursus di belanda, udah cape-cape ngumpulin bahan, sampe begadang buat nyelesain tulisan, begitu registrasi ehh syarat utamanya harus punya blog...( gubrak ) namanya juga kompetisiblog ya harus punya blog dong ah!! ( bener juga sih..hehhehe ). Akhirnya aku " ngerepotin " temen kantorku suruh buatin blog buat aku, sambil di pandu pelan-pelan akhirnya jadi juga nich blog yang STD alias standart banget...hehee...tapi gpp yang penting punya :p
Hari-hari pertama, aku cuma liat blog aku yang polos ini, cuma ada 1 tulisan untuk lomba kompetisi ini, tapi lama - lama aku ingin juga blog aku ini penuh dengan tulisan - tulisan, yah mudah-mudahan ada tulisan yang bisa di jadikan informasi buat yang lain. Aku mulai buka - buka blog-blog orang lain, mulai membaca-bacanya dan akhirnya aku baru tahu ternyata mengasyikan juga yah... walaupun nanti aku ga menang ikut kompetisiblog nya, tapi aku ingin blog yang aku punya ini bisa tetap ada, apapun nanti isinya semoga berguna bagi yang membacanya...
Anyway special thanks a lot for my friend Bejo yang udah buatin blog gw... :)
Kurang lebih 38 adalah angka yang lumayan banyak untuk jumlah museum yang dapat dikunjungi yang terdapat di beberapa bagian Jakarta, mulai dari Selatan, Pusat, Timur sampai ke Barat, tapi berapa banyak kah pengunjungnya ? Untuk beberapa musem yang lumayan terkenal oleh masyarakat kita, sebut saja museum fatahillah yang cukup sering dikunjungi dimana museum ini dibangun pada tahun 1707 yang juga merupakan bekas peninggalan sejarah Belanda , walaupun pengunjungnya lumayan ramai tetapi peminatnya hanyalah segelintir masyarakat saja, lalu bagaimana dengan museum yang lainnya….??? “ Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai Sejarah “ . Perhatikanlah sejenak pada kebiasaan umum masyarakat Belanda yang sangat senang mengunjungi tempat – tempat seni dan penuh sejarah, sekalipun mereka harus membayar mahal untuk bisa menikmatinya. Namun sangat disayangkan kebiasaan ini tidak di miliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Mungkin anda mengetahui bahwa ada beberapa peninggalan bangsa Indonesia yang terdapat di museum Belanda saat ini, dan tragisnya justru dokumen dokumen bersejarah kita malahan berada di Negara lain, bukan Negara kita sendiri. “ Demang Lehman “ seorang panglima perang Banjar. Pada masa perjuangan melawan Belanda, Demang Lehman dikenal sebagai pejuang yang tidak kenal kompromi, hingga akhirnya dia ditangkap di daerah Gunung Pangkal Batulicin, Tanah Bumbu, kemudian diangkut ke Martapura. Pemerintah Belanda menetapkan hukuman gantung sampai mati di Martapura, sebagai pelaksanaan keputusan Pengadilan Militer Belanda pada tanggal 27 Februari 1862. Setelah selesai digantung dan mati, kepala Demang Lehman dipotong oleh Belanda dan dibawa oleh Konservator Rijksmuseum van Volkenkunde Leiden. Kepala Demang Lehman dikabarkan disimpan di Museum Leiden di Negeri Belanda, sehingga mayatnya dimakamkan tanpa kepala. ( sumber : http://www.surya.co.id/2009/02/04/.html )
Karya seni bangsa kita yang tersimpan di negri Belanda adalah Lukisan karya Jansen Jasien yang berada di Museum "Indische Delf" Belanda, objek lukisan ini adalah Gubernur Jendral Belanda D Fock, lukisan yang menceritakan mengenai kunjungan Gubernur Jendral Belanda ke Tanjung Perak, Surabaya. Lukisan ini berukuran 40 x 50 cm yang dibuat pada tahun 2007 ini menunjukan sang Gubernur Jendral Belanda sedang menginspeksi pasukannya di Tanjung Perak. ( sumber http://www.antara.co.id/view/?i=1198748647&c=SBH&s= ).
Masih banyak lagi peninggalan bersejarah kita yang terdapat di beberapa museum di Belanda, dan masyarakat disana bisa dikatakan lebih menyukai hasil karya dari negri kita dari pada masyarakat kita sendiri. Jangan dulu melihat inovasi – invovasi hebat yang di miliki Belanda untuk kita contoh, baik dari tata kota, ilmu hukum, kimia, fisika, biologi, astronomi sampai ke tekhnologi canggih nya, mungkin itu akan membutuhkan proses yang panjang dan realisasi yang sedikit lebih lama untuk di terapkan di bangsa kita, mulai sekarang coba tengok museum di negri kita , bangunan yang sudah jadi itu buatlah seperti museum yang berada disana, Museum di Belanda memang nasibnya berbeda dengan museum di negri kita, padahal fungsi museum itu sendiri adalah sebagai pusat informasi budaya dan pariwisata yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan peradaban dan kebanggaan terhadap kebudayaan nasional, serta memperkokoh persatuan dan persahabatan antarbangsa. Inovasi Pemerintah Belanda adalah “ menyulap “ museum – museum nya dengan begitu berbeda sehingga di sukai oleh wisatawan asing dan masyarakat Belanda sendiri sehingga terlihat menarik untuk dilihat dan dinikmati, mulai dari interior bangunanannya, penataan koleksi sejarah yang terdapat di dalam dan bagaimana membuat pengunjung merasa nyaman ketika berada di dalamnya. Mungkin Anda kenal dengan Museum “ kroller-muller “ Museum di Hoge - Helluwe park ini menyimpan koleksi pelukis terkenal Van Gogh, dan Lukisan Van der Leck, Seurat, Braque, Picasso dan pelukis Lainnya. Museum ini juga terdapat beberapa koleksi seni antik yang indah. Museum ini terletak jauh didalam sebuah National Park di Belanda. Untuk mencapainya harus menggunakan sepeda yang secara gratis disediakan untuk pengunjung agar dapat menjelajahi taman yang memang sangat luas.
Sumber : www.kmm.nl Sebenarnya Inovasi museum kroller muller ini bisa diterapkan di negri kita loh, yaitu Monas ( Museum Nasional ) di Jakarta, berhubung Monas pun memiliki taman di sekelilingnya yang cukup luas dan kita semua tahu bahwa Monas menyimpan dokumen terpenting Kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu “ Teks Proklamasi “ dan Rekaman “ pembacaan teks Proklamasi “ oleh Presiden Pertama kita yaitu Soekarno , maka tidak ada salahnya pemerintah kita sedikit melirik konsep yang di miliki museum Kroller Muller ini untuk di terapkan di Monas bukan ?
Sumber : google Jadi, Jika bukan kita yang peduli dan mau memaksimalkan fungsi museum di negri kita dari sekarang serta menjaga dan melestarikannya, bagaimana generasi pendatang kita tahu bahwa bangsa kita memiliki keindahan sejarah, budaya dan seni yang tak ternilai harganya.